Friday, May 29, 2009
Tee-hee, it's been a while since the last time I myself posted "sesuatu yang jelas dan bisa dimengerti banyak orang" di blogQ... So now, please give your applause to me with my brand new blog!!! WOO-HOO!!! XD XD XD *geje-mode: on* Well yea, emang cuma layoutna yang ganti sih... But I think it's kinda nice way for a comeback :)
Tapi ngganti layout ni cukup butuh perjuangan loh... Q slalu butuh banyak waktu untuk melakukanna, especially because I don't know how to re-design a blog without losing its widgets. Yaps, yang paling lama byasana adalah mengembalikan widgets yang hilang karena pergantian template itu. Kadang-kadang akan bertambah lama karena Q sering bingung menentukan blogskin dan soundtrack yang senada. Stupid.
BTW I like this new song played here... It's Yiruma's "Kiss The Rain". Yea, uda mulai ketularan Bee-chu jadi another Yiruma-lover ni :D And whaddaya think? Doesn't it sound good?
Owkay, berhenti nyampah. Mari masuk ke topik utama.
Mulai dari mana yaa... Hmm... Owkay... Post kali ini judulna "Kiasu". Oh yeah, I admit it, memang bodoh menegaskan sesuatu yang uda terbaca dengan jelas di baris paling atas *owkay, maybe not the toppest since it's still below the posting-date* tapi Q yakin ngga semua yang baca langsung taw apa artina. Sebagian mungkin malah ngira Q lagi misuh. Tapi enggak, sekali lagi ENGGAK, Q ngga lagi misuh, mengingat di postingan sebelumna Q uda janji akan belajar ngga misuh lagi.
So, apa sih sebenerna "kiasu" itu? Yah, sedikit info dari Mbah Wiki, kiasu dalam bahasa Mandarin berarti "fear of losing" a.k.a takut kehilangan. Tapi lebih lanjut, penjelasan dari Mbah Wiki agak beda konteksna ama kiasu yang maw Q bicarakan.
Well, yang maw Q bicarain adalah kiasu dalam kehidupan akademik, bisa sekolah ato kuliah. Intina, kiasu ini adalah suatu perilaku "gerilya" dalam belajar yang didasari rasa takut kalah. Contoh yang gampang misalna ngerahasiain materi kalo ngga ditanya karena takut kesaing ato bahkan ngga maw membagina ama murid lain. Sikap ngga ngaku belajar padahal sebenerna uda belajar dengan maksud mempengaruhi mental lawan juga termasuk kiasu loh. Biasana perilaku ini dimiliki sama mereka yang ambisius dan ingin menyingkirkan siapa aja yang dianggap menghalangi.
Belakangan, Q baru taw bahwa cukup banyak temen kuliahQ yang mempraktekkan kiasu ini. Dan itu menyebalkan. Bahkan dalam kasus yang cukup parah, dosen juga ikut terlibat. Yah, ngga usa dicritain secara detail di sini lah, ini kan forum umum, bahaya kalo sampe ada yang merasa Q diskreditkan, secara menurutQ kasus yang satu ini uda agak mengarah ke KKN. Q juga maw cari aman donk, emangna cuma mereka yang suka kiasu yang bisa cari aman?
Ada juga yang saking ambisiusna, mereka sampe nglupain tugas kepanitiaan yang mereka sanggupi demi mengejar nilai tanpa mikirin orang lain yang terpaksa menanggung beban ngeberesin urusan yang mereka tinggalin itu. Tugas kayak gitu kan amanat juga. Apa mereka ngga takut dosa karena meninggalkanna? Tapi yah, mungkin lobus frontalis otak mereka udah ketutupan ama nilai sampe ngga bisa mikirin dosa juga. Hufth...
Yang paling bikin Q heran, apa sih yang sebenerna orang-orang ini kejar? Prestasi? Nilai? Uang? Masa depan? Prestige? Come on, Man! Don't live your life like there's nothing more than your study! Don't live it alone like you don't need anyone else! Di dunia kerja nanti, kita tetep butuh relasi, Dude! Coba bayangin kalo nanti orang-orang pada ngga maw bantu kalian ketika kalian susah karena dulu sakit hati ngliat kalian kiasu. And when you die, who'd take care of your corpse if nobody likes you??? Do you think you can run and bury it yourself??? NO!
Q muak bersaing dengan cara ngga sehat kayak gini! Ngga ada untungna! Heranna kok yang pada kiasu tu bisa enjoy-enjoy aja ya melakukan tindakan egois kayak gitu? Cari aman, ngga maw ambil resiko, doesn't it sound boring? Bener-bener ngga penting.
Owkay, maybe this post is shallow, hollow, ngga berinti, nyampah doank. Pembaca juga mungkin ngga akan ngerti betapa keselna berhadapan dengan pelaku kiasu kalo ngga ngalamin sendiri ya. But well, all I want is to show you all the root of rottenness in our world. Jangan harap dunia bisa jadi lebih baik kalo manusiana masih mentingin diri mereka masing-masing kayak gitu. SaranQ: stop kiasu, Guys... Share what you know with others, make world better together because it's not only yours but ours. Peace :)
Labels: Dizzy-crazy-messy








2 comments:
hha. yes! ketularan yiruma!
anyway aku baru nyadar malam ini dengan kiasu. apakah yang mbok maksud dengan misuh itu adalah : ki asu? hha. aku tadi pagi baca tapi engga ngeh.
sito, emang kaya gitu sering banget terjadi di dalam kehidupan kita. but lemme tell you. kehidupan kampusku engga kaya gitu lho. temen-temenku jujur kalo ngomong, kalo belom belajar ya bilang belom. cuma cara mereka buat ngejatuhin temen lain itu dengan cara bertanya saat temen lain presentasi. padahal mereka uda tau jawaban/penjelasan yang bener tu gimana.
yah mungkin tiap kehidupan kampus ada perbedaan cara untuk menjatuhkan orang. aku setuju kata-katamu "Share what you know with others, make world better together because it's not only yours but ours".
ilmu lebi afdol untuk dibagi. kayanya di al-quran juga ada kan ya.
*lho? kok pake nyangkut al-quran? hhe. tapi bener ada kok
iyaps, emang bener ada. hehe, ya ini emang ngga main pukul rata jg dgn blg smw tempat menuntut ilmu anak2na pasti kiasu, wonk di tempatQ aja cm angkatanQ yg ky gtu. tp pasti ada kok Bee orang ky gtu, di mana pun. mgkn cm ngga mendominasi aja.
tp di sini tu bener2 prsaingan uda ngga sehat lg. Q bnr2 ngga ngerti apa yg mrk kejar. knp sih hrs jegal2an gtu... wonk ya qt menuntut ilmu sama2, bsok jg kerja kan sama2, kok ya ndadak bsaing dgn cara yg ngga sehat gtu...
Post a Comment